loho raja
Senin, 30 Mei 2016
"Sahabat Sejatiku"
"Sahabat Sejatiku"
Waktu aku duduk di bangku SMP, ku jalani hari di sekolah bersama dengan ketiga sahabatku Herman dan Romand, Kami bertiga bersahabat sejak masih kecil.
Di suatu ketika, ketika kami bertiga jalan jalan kesuatu tempat kami menulis nama kami bertiga di sebuah batang pohon yang lumayan besar , untuk suatu waktu bisa mengingatkan kami pada masa masa indah yang kami jalani . apalagi dalam waktu dekat kami akan melaksanakan UN dan pastinya kami akan berpisah untuk melanjutkan studi masing masing .
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai juga, setelah kami menerima hasil uljian dan hasilnya kami bertiga pun lulus kami pun langsung berlari ke bawah pohon yang dulu pernah kami datangi, kami bertiga memegang batang pohon yang kami tulis nama kami masing masing
“kami berjanji akan selalu bersama untuk selama lamanya”
Keesokan harinya Herman berecana untuk merayakan kelulusan kami dan malamnya kami pun pergi bersama-sama ke suatu tempat, dan disitulah saat-saat yang gak bisa kami lupakan karena Herman membawa banyak minuman dan makanan . Kami bertiga minum bersama bercanda bersama sambil menikmati malam perpisahan kami . tanpa sadar kami pun sudah melewatkan banyak waktu sehingga kami semua tidak sadar kalau jam sudah menunjukkan hampir jam 01 pagi . Aku pun berencana untuk mengajak mereka pulang .
Pada saat perjalanan pulang perasaan ku sungguh tidak enak
“perasaan ku kenapa gak enak banget ya?” ucap ku khawatir
“udah lah , santai aja kok kita gak bakalan kenapa-napa” ucap Romand dengan santai
Tak lama kemudian setelah mereka berbicara ternyata hal yang ku khawatirkan tadi terjadi
“Herman awwasss…!!! di depan ada jurang!!!” teriak ku
“Aaaaaa…!!!”
Brukkk, motor kami masuk jurang, ntah karena ngantuk atau gimana kejadian itu terjadi kami bertiga pun jatuh . Sempat kami bertiga tidak bergerak .
Perlahan-lahan ku buka mata sedikit demi sedikit aku melihat Herman yang mulai berdiri perlahan
“AL?, kamu gpp?” tanya Herman
“aku gpp , gimana dengan Roman? tanyaku perlahan sambil bangkit berdiri”
aku juga gpp." jawab Romand sambil tersenyum .
Aku hanya terdiam mendengar ucapan Romand sambil mulai tersenyum juga :),
“setelah kami semua bangkit berdiri dan mendirikan motor kami yang terjatuh kamipun tertawa lepas bersama sambil menhan rasa sakit :D sambil bertanya tanya kenapa bisa kejadian , kami pun tertawa .:D
Setelah mulai capek ketawa dan tenaga mulai pulih kami melanjutkan perjalanan kami menuju kerumah masing masing . "pelan pelan aja nanti ada babak kedua . "tanya Romand sambil tertawa :D
Iaaa "jawab ku dengan nada agak keras"
kemudian gak berapa lama kami sampai di , kami berhenti sebentar sambil tertawa mengingat kejadian yang kami alami tadi , dan kami tertawa puas lagi. "hahahahahahahahahaahah :D sambil sedikit agak teriak :D
kami puaskan lagi tertawa sambil saling ejek :D , puas ketawa kami pun diam sejenak ,.
pengalaman yang paling tak terlupakan 'tanya Romand
Iaaaa.........Iaaaa , "jawab ku dan Herman serentak :D
Dengan semakin perihnya luka yang kami alami ,kami pun memutuskan untuk pulang kerumah masing masing,. dijalan ketika aku sendiri berjalan , Aku berkata dalam hati
"aku berharap kami bisa seperti dulu dimana kita selalu bersama dalam pahit manisnya persahabatan kita lalui bersama, aku berjanji akan selalu mengingat kalian di dalam hati ini". TAMAT
By : AL villa Loho Raja
Sabtu, 19 September 2015
Karakter Dan Pola Pikir Kristiani-PGSD sems 1
Karakter
Dan Pola Pikir Kristiani
Mengalami proses pertumbuhan sebagai pribadi yang dewasa yang memiliki karakter yang kokoh dengan pola pikir yang komprehensif dalam segala aspek
Referensi Alkitab:
Rom 12:1-3,
Ef 4:15-17, 1 Yoh 3:10, Gal 5:
Pengantar
Efesus 4:15 mengingatkan pentingnya setiap orang yang percaya kepada Kristus untuk terus bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus. Pertumbuhan tersebut mencakup perubahan pola pikir, yang akan berpengaruh pada perubahan perilaku dan karakter.
Apakah yang dimaksud dengan karakter Kristen? Mengapa kita perlu bertumbuh dalam karakter? Bagaimana kita bisa bertumbuh dalam karakter Kristen?
Disadari atau tidak. setiap orang mempunyai pola pikir atau pola pandang yang akan mempengaruhi cara kita memandang kehidupan dan realita. Pola pikir adalah seperti satu set lensa yang akan mempengaruhi pandangan kita atau mengubah dan menyesuaikan cara kita memandang dunia sekeliling kita. Pola pikir atau pola pandang kita dipengaruhi oleh pendidikan, polah asuh, budaya dimana kita tinggal, buku, media, film-film yang kita serap, dan sebagainya. Bagi banyak orang, pola pikir mereka hanyalah mereka serap dari pengaruh budaya sekitar dimana mereka berada. Mereka tidak pernah berpikir secara strategis mengenai apa yang mereka yakini dan tidak mampu memberikan jawaban kepada orang lain mengenai apa yang mereka yakini.
A. Karakter Kristen
Menggambarkan karakter sebagai sifat manusia pada umumnya, seperti pemarah, sabar, pemaaf, dan sebagainya. Maka karakter Kristen adalah sifat yang seharusnya ada pada seorang Kristen. Sifat yang bagaimanakah yang seharusnya ada pada diri seorang Kristen?: Ef 4:15 mengarahkan kita yaitu kita harus bertumbuh dalam segala hal (termasuk karakter) ke arah Kristus. Dengan demikian, maka kita perlu mewarisi dan menyatakan sifat-sifat Kristus dalam hidup kita. Ini adalah hal yang sewajarnya, karena ketika kita percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita disebut sebagai anak-anak Allah. Seorang anak tentunya mencerminkan sifat orang tuanya.
B. Alasan perlunya bertumbuh dalam karakter Kristen
Sebuah peradaban akan menurun apabila terjadi demoralisasi pada masyarakatnya. Nilai-nilai moral yang diajarkan akan membentuk karakter (akhlak, sifat) mulia yang merupakan fondasi penting bagi terbentuknya sebuah tatanan masyarakat yang beradab dan sejahtera. Lord Channing mengatakan ‘The great hope of society is individual character’. Sebagai anak bangsa kita berpikir dan bertanya ‘Kenapa dalam sekejab bangsa ini menjadi bangsa yang terpuruk dan kehilangan harga diri? Krisis multidimensi yang berkepanjangan ini sebetulnya mengakar pada menurunnya kualitas moral bangsa yang dicirikan oleh membudayanya praktek KKN, konflik, meningkatnya kriminalitas, menurunnya etos kerja, dan banyak lagi.
Hubungan antara aspek
moral dengan kemajuan bangsa juga dikemukan oleh Thomas Lickona, seorang
professor pendidikan dari Cortland University. Ia mengungkapkan bahwa ada
sepuluh tanda zaman yang harus diwaspadai, karena jika tanda-tanda itu sudah
ada, maka berarti sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran. Tanda-tanda
tersebut adalah: 1) meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, 2) penggunaan
bahasa dan kata-kata yang memburuk, 3) pengaruh peer grup yang kuat dalam
tindakan kekerasan, 4) meningkatnya perilaku merusak diri seperti penggunaan
narkoba, alcohol dan seks bebas, 5) semakin kaburnya pedoman moral baik dan
buruk, 6) menurunnya etos kerja, 7) semakin rendahnya rasa hormat kepada orang
tua dan guru, 8) rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara, 9)
membudayanya ketidakjujuran, 10) saling curiga dan kebencian di antara sesama.
Jika diamati, kesepuluh tanda tersebut ada di Indonesia. Contoh:
C. Membentuk Karakter Kristen
Membentuk karakter tidaklah semudah
membalikkan telapak tangan. Sebuah pepatah mengatakan, jika kamu melakukan
suatu hal tertentu yang sama selama 21 hari maka kamu akan menuai kebiasaan.
Kebiasaaan yang berkelanjutan akan membentuk sebuah karakter. Maka, pembentukan
karakter adalah suatu proses yang dimulai dari adanya suatu pemahaman (membuka
wawasan, memperbaharui akal budi – Rom 12:1-3), dilanjutkan dengan melakukan
apa yang dipahami, dan melakukan secara berulang-ulang dengan konsisten.
- Membuka wawasan, memperbaharui akal budi
Apakah yang perlu kita pahami dalam
pembentukan karakter Kristen? Pembentukan karakter Kristen adalah pembentukan
identitas kita sebagai seorang Kristen. Telah dibahas salah satu alasan kita
perlu mengembangkan karakter Kristen, yaitu karena kita adalah anak-anak Allah.
Maka kita harus bertumbuh menjadi semakin serupa Dia. Dalam hal ini kita bisa
meneladani Kristus (Fil 2:3-4), belajar berpikir dan bertindak seperti Kristus berpikir
dan bertindak ketika Ia berada di tengah dunia ini.
Kita diciptakan serupa dan segambar
dengan Allah, maka sebagai ciptaan baru kita perlu mencerminkan sifat-sifat
Allah dalam kehidupan kita. Hidup baru atau ciptaan baru dalam Gal 2:20
dijelaskan meninggalkan masa lalu dan menjalani kehidupan baru yang arah dan
tujuannya berbeda. Gal 5 membimbing kita agar kita tidak lagi hidup mengikuti
keinginan daging tetapi keinginan Roh. Dengan cara demikian kita akan
menghasilkan buah Roh yang Allah ingin lihat itu ada dalam kehidupan setiap
anak-anakNya.
Dengan demikian, jika kita mau
membentuk karakter Kristen dalam hidup kita, kita perlu belajar mengenal Tuhan
lebih dalam lagi. Mengenal pribadiNya, pikiran-Nya, kehendak-Nya, semuanya itu
bisa kita lakukan ketika kita melalukan pembacaan dan perenungan Firman Tuhan
dalam hidup sehari-hari.
2. Melakukan apa yang dipahami.
Tahu sesuatu, tidak identik dengan
menjadi sesuatu. Ketika kita membaca Firman Tuhan, maka kebenaran itu
memerdekakan kita. Tetapi kita hanya benar-benar merdeka, ketika kita melakukan
Firman Tuhan dalam kehidupan kita. Dengan cara demikian kita menyatakan melawan
daging dan tunduk kepada pimpinan Roh. Sehingga, kitapun terbebas dari
keinginan daging yang mencoba menguasai kita (Gal 5:16-18).
Nah, bagaimana kita belajar
melakukan apa yang kita pelajari dari Firman Tuhan? Pertama, belajar menyangkal
diri di dalam kesulitan. Ketika ada kesulitan menghimpit, belajar untuk tidak
membicarakannya kepada orang lain terlebih dahulu, melainkan harus menyangkal
diri. Belajarlah untuk menanggung kesulitan itu sendiri. Jika kesulitan itu
benar-benar tidak bisa kita atasi, kita boleh menceritakan (berbagi) kepada
orang lain. Jika memang tetap tidak bisa, berdoalah kepada Tuhan dan percayalah
Ia akan memberikan kekuatan ekstra kepada kita untuk menghadapi kesulitan itu.
D. Sosialisasi Pendidikan Karakter
-
Dibentuk sejak usia dini
-
Peran Ortu dan
lingkungan dominan
-
Mengembangkan suara hati
anak peke terhadap lingkungan
-
Komitment orang tua
membentuk karakter dgn nilai kekristenan
-
Pemimpin harus punya
komitment untuk meniru Kristus
-
Karakter harus dikonsep
secara ideal untuk generasi muda
-
Memberi Norma yang
dibakukan
-
Memodelkan orang tua
sebagai Panutan
-
Diajarkan secara
berulang-ulang
-
Keaktifan anak untuk
memilih Nilai
-
Menjadi habit
-
Interaksi keladanan dan
membentuk kondisi lingkungan yang kondusif
-
Orang tua harus memberi
hidupnya bagi anaknya.
BAB II
Pola Pikir Kristiani
Beberapa definisi
mengenai apa yang dimaksud dengan pola pikir atau pola pandang (world view).
James Sire mengatakan ‘pola pandang adalah serangkaian asumsi yang kita pegang
(sadar atau tidak sadar) mengenai bagaimana kita melihat dunia kita. Phillips
dan Brown mengatakan bawaha pola pandang adalah suatu penjelasan
dan penafsiran mengendai dunia dan penerapan dari aplikasi tersebut pada
kehidupan. Singkatnya, pola pandang adalah pandangan terhadap dunia dan bagi
dunia. Itulah sebabnya, pola pandang atau pola pikir digambarkan seperti lensa
atau kacamata.
Pentingnya pola pikirKarena pola pikir itu bagaikan kacamata yang akan mengarahkan kita dan mempengaruhi kehidupan dan tindakan kita, maka seperti halnya kita perlu memilih kacamata yang tepat, mempunyai pola pikir yang benarpun dibutuhkan. Jika mempunyai pola pikir yang salah, dampaknya bisa buruk bahkan mungkin merusak diri atau lingkungan.
Arthur Holmes menyatakan bahwa ada empat pentingnya pola pikir: ‘untuk menyatukan pikiran dan kehidupan, untuk mendefinikan kehidupan yang baik dan menemukan harapan dan makna hidup, untuk memberikan bimbingan pada buah pikiran, dan memberikan bimbingan pada setiap
tindakan kita. Selain itu kita perlu mempunyai pola pikir yang baik untuk menolong kita menghadapi multi budaya yang semakin berkembang. Masuk dalam era globalisasi, kita dibombardir dengan berbagai budaya berikut pola pikir yang ada dibaliknya. Semua menganggap diri benar dan menyatakan budaya tersebut sebagai kebenaran. Kita ditantang untuk memilah pola pikir yang bercampur aduk itu dengan hikmat dan menemukan kebenaran yang hakiki atau kita akan terseret oleh arus dunia tanpa tahu dimana kaki harus berpijak. Pola pandang yang benar akan menolong kita dengan mengarahkan kita dengan melatih akal budi kita secara kritis. Rm 12:1-3 mengingatkan kita agar memperbaharui akal budi sehingga kita bisa memilah dan memilih apa yang baik, yang benar dan yang berkenan kepada Allah. Itulah ibadah kita yang sejati. Maka, ibadah yang sejati dimulai dengan pembaharuan akal budi, pembaharuan pola pikir. Karena Pola pikir akan mempengaruhi hati, kehendak, dan dengan demikian mempengaruhi keputusan dan tindakan yang kita ambil. Pola pikir akan mengarahkan arah hidup, kemana kita melangkah.
Pola-pola pandang adalah bagian kehidupan kita yang kita lihat dan dengar sehari-hari entah kita sadari atau tidak. Contohnya, film, televise, musik, majalah, koran, pemerintahan, pendidikan, ilmu, seni, dan berbagai aspek budaya lainnya dipengaruhi oleh polah pandang. Jika kita mengabaikan pentingnya pola pandang, maka kita mengabaikan kehancuran atau keterhilangan yang akan kita tuai.
…….
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Peran
Agama Kristen diharapkan menghasilkan dapat menghasilkan individu-individu yang
menjadi garam dan terang ditengah-tengah masyarakat yang ditekankan dalam
bentuk pendidikan nilai (budi pekerti atau value education), memeliki kesadaran berani mengambil sikap
positif demi masa depan bangsa yang bertujuan untuk mewujudkan warga negara yang baik (Good Cetizen) dengan kriteria
bersedia memberikan hidupnya untuk kepentingan bangsa dan negara sesuai dengan
profesinya masing-masing.
Nilai agama yang diberikan, harus
diintegrasikan dalam seluruh jiwa dan melekat pada setiap individu seperti
nilai kebebasan, persamaan, persaudaraan, kesatuan (liberty, equality, fraternity, unity),
demokrasi-demokratisasi, kebangsaan, kebhinekaan, pluralisme.
Demikian
juga dengan peran agama dalam pembentukan karakter individu itu sendiri
merupakan hal yang sangat penting guna menumbuhkembangkan iman kerohanian
masing-masing pribadi agar sesuai dengan karakter Tuhan itu bagaimana
sebenarnya.
Yesus sendiri merupakan tokoh pluralisme
sejati, Ia sendiri telah meneladani murid-muridnya untuk mengasihi sesama
manusia seperti dirnya sendiri. Melalui perumpamaan Orang Samaria yang baik
hati, Ia telah menjelaskan sikapnya bahwa sebagai warga masyrakat pengikutnya
harus mengasihi sesama dengan totalitas hidupnya, tidak memandang suku, antar
golongan, ras dan agama.
Oleh karena itu pendidikan pluralisme
merupakan tututan yang harus ditindaklanjuti oleh setiap orang Kristen dalam
rangka misi sebagai pembawa kabar damai sejahtera dan damai sejahtera dalam
hidupnya. PengajaranNya sangat peduli terhadap manusia; yang sakit disembuhkan,
yang lapar dicukupkan, yang mati dibangkitkan, dan yang lumpuh bisa berjalan
serta yang buta melihat. Injil pada dasarnya monolak agama verbalistik,
formalisme, tetapi mengutamakan iman dan perbuatan. Ajaran Yesus memerintahkan
agar setiap muridNya; mempu mengekspresikan imannya dalam kepedulian terhadap
sesama manusia yang paling membutuhkan . Dengan demikian setiap pengikutnya
terpanggil untuk mengahdirkan syalom Allah dalam kehidupan masyarakat merupakan
salah satu hakekat iman Kristen.
DAFTAR PUSTAKA
http://abdain.wordpress.com/2010/01/03/pengertian-agama/
http://wikipedia.com/pengertian karakter/
http://www.google.co.id/#sclient=psy-ab&hl=id&site=&source=hp&q=KONTRIBUSI+PENDIDIKAN+AGAMA+KRISTEN+DALAM+MEMBENTUK+WATAK+ANAK+USIA+DINI&pbx=1&oq=KONTRIBUSI+PENDIDIKAN+AGAMA+KRISTEN+DALAM+MEMBENTUK+WATAK+ANAK+USIA+DINI&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl=1442l1442l0l1766l1l1l0l0l0l0l0l0ll0l0&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.,cf.osb&fp=c8d20b98c85fb91a&biw=1366&bih=542
Sejarah Perkembangan Matematika-PGSD
SEJARAH
PERKEMBANGAN MATEMATIK
Sejarah
Perkembangan Matematik
Sejarah perkembangan Matematik boleh
dibahagikan kepada 4 peringkat :
1. Peringkat Pertama ( sebelum 400
SM )
Ø Peringkat bermula dari masa manusia
menggunakan tanda atau simbol untuk membilang hingga tokoh-tokoh
matematik Yunani menemui sistem teori matematik yang pertama.
2. Peringkat Kedua ( 400 SM – 1700
TM )
Ø Peringkat ini merupakan peringkat perkembangan
aritmetik, geometri, algebra dan trigonometri ke tahap yang mantap, menjadi
satu sistem yang sempurna.
3. Peringkat Ketiga ( 1700 TM – 1900
TM )
Ø Peringkat ini merupakan peringkat
perkembangan matematik tradisi ke peringkat perubahan dan penemuan. Pada tahap
ini, banyak bidang, teori dan hukum baru ditemui dan didemonstrasikan
oleh tokoh-tokoh matematik khasnya dari negara-negara barat. Antara
bidang matematik yang baru ditemui ialah geometri koordinat, kalkulus dan
rumus-rumus kalkulus.
4. Peringkat Keempat ( 1900 TM -
kini )
Ø Peringkat
keempat ini dikenali sebagai peringkat moden. Ia merupakan peringkat
perkembangan matematik daripada konkrit kepada abstrak. Dalam tempoh
ini, teori-teori baru ditemui oleh tokoh-tokoh matematik untuk digunakan dalam
bidang sains teknologi, ekonomi dan sosiologi. Di antaranya adalah
kebarangkalian, teori set, teori nombor, penaakulan mantik dan
logik.
Dalam pada itu, sejarah perkembangan
Matematik boleh dilbahagikan kepada 6 peringkat kronologi seperti dibawah :
1. Babylon (k.k 1800 – 550 SM)
Matematik pada
mulanya telah berkembang di Babylon. Matematik Babylon merujuk kepada matematik
orang Mesopotamia (Iraq silam), dari zaman awal Sumeria hingga ke kejatuhan
Babylon pada 539 SM. Ia dinamai sebagai matematik Babylonia kerana peranan
utama Babylon sebagai
sebuah tempat pengajian. Matematik
pada masa ini sangat praktikal dan digunakan semasa pembinaan, pengukuran,
mencatat rekod dan penciptaan kalendar.
Pengetahuan
kita tentang matematik Babylonia berasal daripada melebihi 400 buah tablet
lempung yang diekskavasi sejak dari dekad 1850-an. Tablet-tablet itu merangkumi
jadual-jadual pendaraban dan trigonometri, serta kaedah-kaedah untuk
menyelesaikan persamaan-persamaan linear dan kuadratik. Tablet Babylonia YBC
7289 memberikan anggaran √2 yang tepat sehingga lima tempat perpuluhan.
Tambahan pula,
ilmu Matematik Babylon boleh dirujuk dari 400 batu bersurat tanah liat yang
ditemui sejak 1850-an. Ilmu matematik tersebut telah ditulis dalam batu bersurat
menggunakan tulisan pepaku sementara tanah liat masih lembab dan dibakar keras
dalam sebuah ketuhar atau oleh kepanasan matahari. Kebanyakan batu bersurat
tersebut bertarikh dari 1800 hingga ke 1600 SM, dan meliputi topik seperti
pecahan, algebra, kuadratik dan kuasa tiga, teorem Pythagoras dan pengiraan
tigaan Pythagoras.
Matematik
Babylonia ditulis dengan menggunakan sistem
angka perenampuluhan (asas-60).
Mereka tidak mempunyai simbol 0 tetapi boleh mewakili pecahan, kuasa dua, punca
kuasa dua dan punca kuasa tiga.. Asas 60 ini membawa kepada pembahagian bulatan
kepada 360 bahagian yang sama besar yang kini dikenali sebagai darjah (degree).
Setiap darjah kemudiannya dibahagi kepada 60 bahagian iaitu minit. Seorang ahli
astronomi Greek, Ptolemy menggunakan sistem ini untuk menghasilkan minit, saat
dan sukatan darjah yang digunakan sekarang.
Orang Babylonia mempunyai sistem nilai tempat yang benar,
dengan angka-angka yang ditulis pada lajur kiri mewakil nilai yang lebih besar,
iaitu serupa dengan sistem perpuluhan. Bagaimanapun,
mereka tidak mempunyai titik perpuluhan dan oleh itu, nilai tempat sesuatu
simbol harus disimpul berdasarkan konteksnya. Akhir sekali, Matematik Babylon
telah memperkenalkan topik seperti aritmetik, algebra, geometri dan
trigonometri dan menyumbang ke arah mengembangkan Matematik.
2. Yunani (k.k 550 SM – 300 Masihi)
Seterusnya,
Matematik telah berkembang di Yunani. Tamadun Greek memberi kesan besar kepada
sejarah Matematik. Matematik Greek yang dikaji sejak zaman Yunani (sejak 323
SM) merujuk kepada semua matematik yang ditulis dalam bahasa Greek. Ini
disebabkan matematik Greek sejak masa itu bukan hanya ditulis oleh orang-orang
Greek tetapi juga oleh para cendekiawan bukan Greek di seluruh dunia di Zaman
Yunani sehingga hujung timur Mediterranean.
Selain itu, Matematik Greek telah bergabung dengan matematik Mesir dan Babylon
untuk membentuk matematik Keyunanian. Kebanyakan teks Matematik yang ditulis
dalam bahasa Greek telah ditemui di Greece, Mesir, Mesopotamian, Asia Minor,
Sicily dan Itali Selatan. Walaupun teks matematik terawal dalam bahasa Greek
yang telah ditemui ditulis selepas zaman keyunanian, banyak teks ini dianggap
sebagai salinan karya-karya yang ditulis semasa dan sebelum zaman keyunanian.
Bagaimanapun, tarikh-tarikh penulisan matematik Greek adalah lebih pasti
berbanding dengan tarikh-tarikh penulisan matematik yang lebih awal, kerana
terdapat sebilangan besar kronologi yang mencatat peristiwa dari setahun ke
setahun sehingga hari ini. Walaupun demikian, banyak tarikh masih tidak pasti,
tetapi keraguan adalah pada tahap beberapa dekad dan bukannya berabad-abad.
Matematik Greek dianggap dimulakan oleh Thales dan Pythagoras. Thales
(Gambarajah 1.0) menggunakan geometri untuk menyelesaikan masalah-masalah
seperti mengira ketinggian pyramid dan jarak kapal dari pantai. Mereka
mempunyai sistem pernomboran sendiri. Mereka mempunyai pecahan dan beberapa nombor
bukan nisbah (irrational numbers ), terutamanya π.
Gambarajah
1.0 Gambar Thales
Sumbangan besar orang-orang Greek adalah Euclid’s Elements and
Apollonius’ Conic Sections sebuah buku yang ditulis oleh Euclid dan buku
tersebut dipergunakan sebagai buku teks matematik di seluruh Eropah, Timur
Dekat dan Afrika Utara selama hampir dua ribu tahun. Selain daripada
teorem-teorem geometri yang biasa seperti teorem
Pythagorus, Unsur-unsur merangkumi suatu bukti
yang menunjukkan bahawa punca kuasa dua adalah suatu nisbah, dan bilangan
nombor perdana adalah tidak terhingga.
Salah seorang
daripada tiga ahli matematik yang hebat sepanjang zaman adalah Archimedes
(287-212 B.C.) Beliau merekacipta beberapa alat dan senjata ketenteraan.
Diberitakan bahawa Archimedes berjaya mencipta cara untuk menguji penurunan
nilai bagi ketulan emas. Sesetengah cendekiawan mengatakan bahawa Archimedes
dari Syracuse ialah ahli matematik Greek yang terunggul.
3. Mesir (k.k 1850 SM – 600 Masihi)
Matematik
seterusnya telah berkembang di Mesir. Matematik Mesir merujuk kepada
matematik yang ditulis dalam bahasa
Mesir. Dalam
tamadun Mesir ini, Matematik terawal telah dijumpai pada batu bersurat yang
dipahat ketika pemerintahan Raja Menes (pengasas Dinasti Firaun pertama pada
3000 S.M). Baginda telah mencatatkan harta rampasan seperti 400 000 ekor
lembu, 1 4222 000 ekor kambing dan 120 000 orang tawanan. Kenyataan ini dapat
dibuktikan melalui Rajah 3.1.
Selain itu, Matematik
dalam tamadun Mesir ini dapat diperoleh daripada tulisan di atas papyrus (bahan
seperti kertas yang dibuat daripada pokok papyrus yang tumbuh di sepanjang
Sungai Nil.) Rhind papyrus ialah sumber maklumat yang terbaik tentang matematik
Mesir. Ia merupakan sebuah naskah yang mengandungi 80 masalah dan mempunyai
penyelesaian soalan yang mengandungi konsep-konsep geometri. Rhind
papirus juga merupakan teks matematik utama lain, sebuah manual arahan
dalam aritmetik dan geometri. Sebagai tambahan untuk memberi rumus luas dan
kaedah bagi pendaraban, pembahagian dan menggunakan unit pecahan, ia juga
mengandungi bukti bagi pengetahuan matematik lain termasuklah nombor
gubahan dan perdana; min aritmetik, geometri dan harmoni; dan pemahaman mudah
bagi kedua-dua Penapis Eratosthenes dan teori nombor sempurna .Ia juga
menunjukkan bagaimana untuk menyelesaikan persamaan linear tertib pertama
begitu juga dengan janjang aritmetik dan geometri .
Terdapat 6 lagi
penulisan Matematik Mesir yang kecil dan mempunyai kepentingan seperti Moscow
papyrus, Kahun papyrus, Berlin papyrus dan gulungan kulit. Moscow papyrus
bersempena dengan nama tempat papyrus ini disimpan. Ini bermaksud tulisannya
mula diketahui pada tahun 1920, dan diterbitkan pada tahun 1930 serta
mengandungi kira-kira 30 kaedah penyelesaian.
Rajah 3.2 menunjukkan sebahagian daripada Papyrus.
|
Kaedah
yang digunakan oleh orang Mesir untuk mewakilkan nombor adalah berdasarkan
simbol. Ia dapat dibuktikan melalui rajah 3.2. Tulisan purba Mesir ditulis dari
kanan ke kiri seperti tulisan Arab pada hari ini.
Akhir sekali papirus Berlin menunjukkan masyarakat Mesir purba mampu
menyelesaikan persamaan algebra tertib kedua.
4. China
Seterusnya,
Matematik telah berkembang di China. Orang Cina dahulu menganggap bahawa
Matematik ialah satu aspek daripada shu yang bererti nombor. Shu penting bagi
perkembangan awal ilmu sains di Eropah dan China. Aspek-aspek lain yang dapat
ditemui dalam Shu ialah keagamaan, muzik, ilmu memanah dan pernujuman.
Matematik dianggap penting pada masa itu. Sebagai bukti, anak-anak bangsawan
Cina pada zaman pemerintahan Han diwajibkan mempelajari Matematik.
Legenda China menunjukkan bahawa seni manipulasi nombor telah dicipta oleh
Lishou semasa Dinasti Huangdi. Sebagai bukti, tulisan dinding di Shandong yang
dijumpai pada abad ke-2 menunjukkan kompas (Fuxi) dan segi empat (Nuwa).
Tulisan ini menunjukkan bahawa mereka menggunakan tali yang mempunyai
simpulan-simpulan tertentu untuk menyatakan nombor.
Selain itu, bagi tujuan pengiraan, tamadun China telah menggunakan rod
pembilang yang diberi nama Chou/Ce/Suanzi. Selain itu, penjumpaan kulit
kura-kura dan tulang belakang binatang pada 1500-1100 SM yang digunakan untuk
tujuan pernujuman merupakan salah satu bukti kewujudan matematik. Mulanya dari
zaman Shang , matematik Cina mengandungi nombor-nombor yang dituliskan pada
kerang kura-kura. Nombor-nombor ini menggunakan sistem perpuluhan,
supaya nombor 123 dituliskan (dari atas ke bawah) sebagai lambang untuk 1
diikuti oleh angkanya untuk seratus, kemudian angkanya untuk 2 diikuti oleh
angka untuk sepuluh, akhirnya angka untuk 3. Ini adalah sistem bilangan yang
termaju di dunia dan membenarkan pengiraan diangkutkan pada suan pan atau
sempoa Cina.
Penjumpaan tembikar Banpo pada 4800 SM menggunakan sistem
perpuluhan merupakan salah satu bukti kewujudan Matematik dalam tamadun China.
Seorang ahli matematik tamadun China iaitu Han mengelaskan nombor 1985 seperti
di Rajah 4.1(a). Manakala, ahli matematik Song pula mengelaskan nombor 1985
seperti di Rajah 4.1 (b).
Di China, pada 212 SM, Maharaja Qin Shi Huang (Shi Huang-ti) mengarahkan
bahawa semua buku tersebut dibakarkan. Sedangkan arahan ini tidak dituruti
dengan secara besar, sebagai akibatnya sedikit yang diketahui dengan tentu
mengenai matematik Cina kuno. Dari Dinasti Zhou, karya matematik yang terlama
yang telah diselamatkan dari pembakaran buku adalah Ching, yang menggunakan 64
pilih atur sebuah garis pejal atau putus-putus untuk tujuan berfalsafah atau
mistik.
Selepas tempoh pembakaran buku tersebut, Dinasti Han (206 BC—AD 221)
menghasilkan karya matematik yang dianggapkan berkembang pada karya-karya yang
hilang sekarang. Yang terpenting dari kesemuanya adalah Sembilan Bab pada
Kesenian Matematik. ia mengandungi masalah 246 perkataan, termasuk pertanian,
perniagaan dan kejuruteraan dan termasuk bahan pada segi tiga kanan dan π.
5. India (k.k 400 – 1600 Masihi)
Matematik telah
berkembang di India selepas berkembang di China. Tamadun Hindu sebenarnya
bermula pada 2000 BC tetapi mengikut rekod matematik ianya daripada 800 BC
sehingga AD 200. Matematik India telah muncul di Asia Selatan sejak zaman silam
hingga akhir kurun ke-18.
Pada abad
ketiga, simbol Brahmi iaitu 1, 2, 3, ..., 9 adalah signifikan sebab bagi setiap
nombor, ada simbol tersendiri.Tiada nombor sifar atau tanda kedudukan pada masa
itu, tetapi menjelang AD 600 orang-orang Hindu menggunakan simbol-simbol Brahmi
bersama tanda kedudukan (positional notation). Mereka mempunyai pengetahuan
yang baik dalam algebra. Mereka mengetahui bahawa persamaan kuadratik mempunyai
dua penyelesaian atau jawapan dan mereka juga pandai menganggar nilai π.
Semasa tempoh
matematik India klasik (400M hingga 1200M), sumbangan-sumbangan penting telah
dibuat oleh sarjana-sarjana seperti Aryabhatta, Brahmagupta dan Bhaskara II.
Ahli matematik India telah membuat sumbangan-sumbangan terawal terhadap
pengkajian sistem nombor, sifar, nombor negatif, aritmetik dan algebra.
Surya Siddhanta
memperkenalkan fungsi trigonometri bagi sinus, kosinus, serta sinus songsang,
dan menyediakan peraturan untuk menentukan pergerakan cakerawala kilau yang
mengikut posisi-posisinya yang sebenar di langit. Kitaran waktu kosmologi yang
dijelaskan dalam teksnya yang disalin daripada karya yang lebih awal adalah
365.2563627 hari bagi setiap tahun purata mengikut bintang, iaitu hanya 1.4
saat lebih lama daripada nilai moden sebanyak 365.25636305 hari. Karya ini
telah diterjemahkan dalam Bahasa Arab dan Bahasa Latin sewaktu Zaman
Pertengahan.
Pada tahun 499,
Aryabhata memperkenalkan fungsi versinus dan menghasilkan jadual sinus
trigonometri yang pertama, mengembangkan teknik danalgoritma algebra,
infinitesimal, persamaan pembezaan, dan memperolehi penyelesaian nombor bulat
untuk persamaan linear dengan suatu cara yang serupa dengan cara moden,
bersamaan dengan perkiraan astronomi tepat berasaskan sebuah sistem kegravitian
heliosentrik. Sebuah terjemahanAryabhatiya dalam bahasa Arab dari abad ke-8
dapat diperolehi, diikuti dengan terjemahan dalam bahasa Latin dari abad ke-13.
Beliau juga mengira nilai π hingga empat tempat perpuluhan sebagai 3.1416.
Kemudian pada abad ke-14, Madhava menghitung nilai π sehingga sebelas tempat
perpuluhan sebagai 3.14159265359.
Pada abad ke-7,
Brahmagupta memperkenalkan teorem Brahmagupta, identiti Brahmagupta, serta
rumus Brahmagupta dan dalam karyanya, Brahma-sphuta-siddhanta, beliau buat
pertama kali menerangkan dengan jelas tentang sistem angka Hindu-Arab serta
penggunaan sifar sebagai pemegang tempat dan angka perpuluhan. Adalah daripada
terjemahan teks matematik India ini (sekitar 770) bahawa ahli-ahli matematik
Islam telah diperkenalkan kepada sistem angka ini yang kemudian disesuaikan
oleh mereka menjadi angka Arab. Cendekiawan-cendekiawan Islam membawa ilmu
sistem nombor ini ke Eropah menjelang abad ke-12 dan kini, sistem ini telah
menggantikan semua sistem nombor yang lebih lama di seluruh dunia. Pada abad
ke-10, ulasan Halayudha bagi karya Pingala mengandungi sebuah kajian jujukan
Fibonacci dan segi tiga Pascal, serta menggambarkan pembentukan matriks.
Pada abad
ke-12, Bhaskara merupakan tokoh pertama untuk memikirkan kalkulus pembezaan,
bersamaan dengan konsep-konsep terbitan. Beliau juga membuktikan teorem Rolle
(kes khas untuk teorem nilai min), mengkaji persamaan Pell, dan menyiasat
terbitan fungsi sinus.
Sejak abad
ke-14, Madhava serta ahli-ahli matematik Pusat Pengajian Kerala yang lain
mengembangkan ideanya dengan lebih lanjut. Mereka mengembangkan konsep-konsep
analisis matematik dan nombor titik apung, serta konsep asas bagi seluruh
perkembangan kalkulus, termasuk teorem nilai min, pengamiran sebutan demi
sebutan, perhubungan antara keluasan di bawah lengkuk dengan kamirannya, ujian
untuk ketumpuan, kaedah lelaran bagi penyelesaian persamaan tak linear, serta
sebilangan siri tak terhingga, siri kuasa, siri Taylor dan siri trigonometri.
Pada abad ke-16,Jyeshtadeva menggabungkan banyak perkembangan dan teorem Pusat
Pengajian Kerala dalam karya Yuktibhasa, sebuah teks kalkulus pembezaan pertama
di dunia yang juga merangkumi konsep-konsep kalkulus kamiran. Kemajuan
matematik di India menjadi lembap sejak akhir abad ke-16, akibat pergolakan
politik.
Semua
karya-karya matematik dipindahkan secara lisan dan juga dalam bentuk manuskrip
sehinggalah sekitar tahun 500SM. Dokumen matematik tertua yang dihasilkan di
India yang masih wujud ialah Manuskrip Bakhshali kulit kayu birch yang dijumpai
pada tahun 1881 di kampong Bakhshali, berhampiran Peshawar, Pakistan. Manuskrip
itu kelihatan berasal dari tahun 200SM hingga 200SM.
Tambahan pula,
beberapa bidang matematik telah dikaji di India kuno dan Zaman Pertengahan
dalam tamadun India ialah aritmetik, sistem perpuluhan, nombor negatif, sifar,
sistem nombor, teori nombor dan sebagainya.
6. Tanah Arab (k.k 700 – 1600)
Seterusnya,
Matematik telah berkembang di Tanah Arab. Kekalifahan Islam (Empayar Islam)
yang diasaskan di Timur Tengah, Afrika Utara, Iberia, dan sesetengah bahagian
India (di Pakistan) pada abad ke-8 mengekalkan dan menterjemahkan banyak teks
matematik keyunanian (daripada bahasa Greek kepada bahasa Arab) yang
kebanyakannya telah dilupai di Eropah pada masa itu. Penterjemahan
berbagai-bagai teks matematik India dalam bahasa Arab memberikan kesan yang
utama kepada matematik Islam, termasuk pengenalan angka Hindu-Arab ketika
karya-karya Brahmagupta diterjemahkan dalam bahasa Arab pada kira-kira tahun
766. Karya-karya India dan keyunanian menyediakan asas untuk penyumbangan Islam
yang penting dalam bidang matematik yang menyusul. Serupa dengan ahli-ahli
matematik India pada waktu itu, ahli-ahli Islam minat akan astronomi khususnya.
Walaupun
kebanyakan teks matematik Islam ditulis dalam bahasa Arab, bukan semuanya
ditulis oleh orang Arab kerana, serupa dengan status bahasa Greek di dunia
keyunanian, bahasa Arab dipergunakan sebagai bahasa tertulis oleh
cendekiawan-cendekiawan bukan Arab di seluruh dunia Islam pada waktu itu.
Sesetengah ahli matematik yang terpenting adalah orang Parsi.
Muhammad ibn
Musa al-Khwarizmi, ahli astronomi Parsi abad ke-9 dari Kekalifahan Baghdad,
menulis banyak buku yang penting mengenai angka Hindu-Arab dan kaedah untuk
menyelesaikan persamaan. Perkataan algoritma berasal daripada namanya, manakala
perkataan algebra berasal daripada judul Al-Jabr wa-al-Muqabilah, salah satu karyanya.
Al-Khwarizmi sering dianggap sebagai bapa algebra moden dan algoritma moden.
Perkembangan
algebra yang lebih lanjut telah dibuat oleh Abu Bakr al-Karaji (953—1029) dalam
karyanya, al-Fakhri, yang memperluas kaedah algebra untuk merangkumi kuasa kamiran
serta punca kuasa bagi kuantiti yang tidak diketahui. Pada abad ke-10, Abul
Wafa menterjemahkan karya-karyaDiophantus dalam bahasa Arab dan mengembangkan
fungsi tangen.
Omar Khayyam,
pemuisi serta ahli matematik abad ke-12, menulis Perbincangan mengenai
Kesukaran dalam Euclid, sebuah buku mengenai kecacatan dalam karya Unsur-unsur
Euclid. Beliau memberi penyelesaian geometri untuk persamaan kuasa tiga yang
merupakan salah satu perkembangan yang paling asli dalam matematik Islam.
Khayyam amat terpengaruh dalam pembaharuan takwim. Sebahagian besar
trigonometri sfera dikembangkan oleh Nasir al-Din Tusi(Nasireddin), salah
seorang ahli matematik Parsi pada abad ke-13. Beliau juga menulis sebuah karya
yang terpengaruh mengenai postulat selari Euclid.
Dalam abad
ke-15, Ghiyath al-Kashi mengira nilai π sehingga tempat perpuluhan ke-16. Kashi
juga mencipta algoritma untuk mengira punca kuasa ke-n yang merupakan kes yang
khas untuk kaedah-kaedah yang diberikan berabad-abad kemudian oleh Ruffini dan
Horner. Ahli-ahli matematik Islam lain yang terkenal termasuk al-Samawal,
Abu'l-Hasan al-Uqlidisi, Jamshid al-Kashi,Thabit ibn Qurra, Abu Kamil dan Abu
Sahl al-Kuhi.
Pada zaman
Kerajaan Turki Uthmaniyah dalam abad ke 15, perkembangan matematik Islam
menjadi lembap. Ini adalah selari dengan kelembapan perkembangan matematik
ketika orang Rom menaklukkan dunia keyunanian.
7. Eropah (k.k 1200– 1600)
Seterusnya,
Matematik telah berkembang di Eropah. Matematik pada Zaman Pertengahan adalah
dalam keadaan 'transitional’ di antara tamadun awal dengan zaman Renaissance.
Pada awal 1400an ‘the Black Death’ membunuh lebih daripada 70% daripada
penduduk Eropah. Jangka masa antara 1400 and 1600 dikenali sebagai Renaissance,
telah menukar pemikiran penduduk Eropah
kepada pemikiran berteraskan
Matematik. Edisi bercetak yang pertama berkenaan
“Euclid’s Elements” dalam bahasa
Latin diterbitkan pada tahun 1482. Perkembangan
terhebat pada masa itu adalah
penemuan teori astronomi oleh Nicolaus Copernicus dan
Johannes Kepler. Walaubagaimanapun,
tiada penemuan baru yang signifikan berlaku
pada masa ini.
Kebanyakan matematik yang kini diajar di universiti
diketahui hanya oleh komuniti matematik di India atau
masih belum diselidik dan dikembangkan di Eropah. Keinginan yang dibangkitkan
semula tentang perolehan pengetahuan baru mencetuskan pembaharuan minat
terhadap matematik. Pada awal abad ke-13, Fibonacci menghasilkan matematik
penting yang pertama di Eropah sejak masa Eratosthenes, satu lompang yang
melebihi seribu tahun. Tetapi sejauh yang kini diketahui, hanya sejak akhir
abad ke-16 bahawa ahli-ahli matematik mula membuat kemajuan tanpa sebarang
prajadian di mana-mana tempat di dunia.
Yang pertama daripada ini ialah penyelesaian am bagi
persamaan kuasa tiga yang secara umumnya dikatakan dicipta oleh Scipione del
Ferro pada kira-kira tahun 1510, tetapi diterbitkan buat pertama kali oleh
Gerolamo Cardano dalam karyanya, Ars magna. Ini diikuti dengan cepat oleh
penyelesaian persamaan kuartik am oleh Lodovico Ferrari
Sejak masa itu, perkembangan-perkembangan matematik
muncul dengan pantas dan bergabung dengan kemajuan dalam bidang sains untuk
menghasilkan faedah bersama. Pada tahun 1543 yang penting, Copernicus
menerbitkan karyanya, De revolutionibus, yang menegaskan bahawa Bumi
mengelilingi Matahari, dan Vesalius menerbitkan De humani corporis fabrica yang
mengolahkan tubuh manusia sebagai suatu himpunan organ.
Didorong oleh desakan pelayaran serta keperluan yang
semakin bertambah untuk peta-peta kawasan besar yang tepat, trigonometri
bertumbuh menjadi satu cabang matematik yang utama.Bartholomaeus Pitiscus
merupakan orang pertama yang menggunakan perkataan ini ketika beliau
menerbitkan karyanya, Trigonometria, pada tahun 1595. Jadual sinus dan kosinus
Regiomontanus diterbitkan pada tahun 1533. [9]
Disebabkan oleh Regiomontanus (1436—1476) dan François
Vieta (1540—1603), antara lain, pada akhir abad, matematik ditulis menggunakan
angka Hindu-Arab dalam bentuk yang tidak amat berbeza dengan notasi-notasi yang
anggun yang kini digunakan.
8. Century of Enlightenment (k.k 1600 –
1699)
Seterusnya,
Matematik telah berkembang di abad ke-16. Perkembangan bijak pandai, dalam
teknologi dan pengetahuan berlaku pada masa ini. Antara sumbangan yang hebat
adalah seperti
Ø Segitiga
Pascal (Blaise Pascal),
Ø Logik
(Gottfried Leibniz),
Ø Penaakulan
Deduktif ( Galileo Galilei),
Ø Alat
Mengira (Johan Napier),
Ø Simbol
“ ÷” (John Wallis),
Ø Penggunaan
titik perpuluhan (Kepler and Napier),
Ø Nombor
Perdana (Fermat),
Ø Huruf-huruf
untuk Angkubah / Anu (Rene Descartes),
Ø Teori
Kebarangkalian permulaan (Blaise Pascal) dan
Ø Bahagian
/ Rentasan Konik (Rene Descartes).
9. Early Modern Period (1700 – 1899)
Tempoh ini
menandakan permulaan kepada matematik moden. Terdapat experimentasi dan
formulasi idea berlaku pada masa ini. Salah satu cara untuk melihat
perkembangan berbagai-bagai sistem nombor matematik moden adalah untuk melihat
nombor-nombor baru yang dikaji dan diselidikkan bagi menjawab soalan-soalan
aritmetik yang dilakukan pada nombor-nombor yang lebih tua. Sejarah menunjukkan
bahawa matematik yang kita pelajari semasa di sekolah menengah adalah
dihasilkan pada masa ini. Di antara topik-topik yang terlibat adalah :
Ø Boolean algebra (George
Boole),
Ø Formal Logic (Bertrand
Russel),
Ø Principal Mathematica (Alfred North Whitehead),
Ø logical
proof (Charles Dodgson),
Ø probability,
calculus and complex numbers (Abraham de Moivre),
Ø number
theory (Leonhard Euler),
Ø connection
between probability and π (Compte de Buffon),
Ø calculus
and number theory ( Lagrange),
Ø non-Euclidean Geometry ( Johann Lambert ) dan sistem Metrik
direkacipta.
10. Modern
Period (1900 – sekarang )
Pada sepanjang abad ke-19, matematik
menjadi semakin abstrak. Abad ke-19 juga memperlihatkan pengasasan
persatuan-persatuan matematik yang pertama: Persatuan Matematik London pada
tahun 1865, Société Mathématique de France pada tahun 1872,Circolo Mathematico
di Palermo pada tahun 1884, Persatuan Matematik Edinburg pada tahun 1864, dan
Persatuan Matematik Amerika pada tahun 1888.
Sebelum abad-20, bilangan ahli matematik yang kreatif di
dunia pada mana-mana satu masa adalah terhad..Tempoh masa ini merangkumi semua penemuan pada abad yang
lalu. Di antara penemuan matematik adalah
Ø Twenty-Three
famous problems (Hilbert),
Ø Analytic
Number Theory (Hardy and Ramanujan),
Ø General
theory of relativity (Einstein),
Ø Algebra
(Emmy Noether),
Ø Godel’s
Theorem, komputer elektronik yang pertama
Ø Game
Theory (John von Neumann),
Ø Continuum
Hypothesis (Cohen),
Ø Development
of BASIC ( John Kemeny, Thomas Kurtz), personal computer Apple II
11. Abad
ke-20
Pekerjaan ahli matematik benar-benar bermula pada abad ke-20. Setiap tahun,
beratus-ratus Ph.D. dalam matematik dianugerahkan, dan pekerjaan-pekerjaan
boleh didapati untuk kedua-dua pengajaran dan industri. Perkembangan matematik
bertumbuh dengan pesat, dengan terdapat terlalu banyak kemajuan untuk
membincangkan, kecuali beberapa yang amat penting.
Pada dekad 1910-an, Srinivasa Aaiyangar Ramanujan (1887-1920) mengembangkan
melebih 3,000 teorem, termasuk sifat-sifat nombor gubahan sangat tinggi, fungsi
sekatan serta asimptotnya, dan fungsi teta maya. Beliau juga membuat kejayaan
cemerlang serta penemuan yang utama dalam bidangfungsi gama, bentuk modular,
siri mencapah, siri hipergeometri, dan teori nombor perdana.
Teorem-teorem termasyhur dari masa
dahulu memberikan tempat kepada teknik-teknik yang baru dan lebih berkesan.
Wolfgang Haken dan Kenneth Appel menggunakan sebuah komputer untuk membuktikan
teorem empat warna (Gambarajah 2.0). Andrew
Wiles yang bekerja bersendirian di dalam pejabatnya selama bertahun-tahun
membuktikan teorem terakhir Fermat.
Gambarajah 2.0
Teorem Empat Warna
Seluruh bidang-bidang baru matematik
seperti logik matematik, matematik komputer, statistik, dan teori permainan
mengubahkan jenis-jenis soalan yang dapat dijawab dengan kaedah-kaedah
matematik. Bourbaki, ahli matematik Perancis, mencuba menggabungkan semua
bidang matematik menjadi satu keseluruhan yang koheren.
Terdapat juga penyelidikan-penyelidikan baru tentang had matematik. Kurt Gödel
membuktikan bahawa di mana-mana sistem matematik yang merangkumi integer,
terdapat kenyataan benar yang tidak dapat dibuktikan. Paul Cohen membuktikan
ketakbersandaran hipotesis kontinumberdasarkan aksiom piawai teori set.
Menjelang akhir abad, matematik juga mempengaruhi seni apabila geometri fraktal
menghasilkan bentuk-bentuk indah yang tidak pernah dilihat dahulu.
12. Abad
ke-21
Pada bermulanya abad ke-21, banyak pendidik menyatakan kebimbangan mengenai
sebuah kelas rendah yang baru, iaitu buta huruf matematik dan sains. Pada waktu
yang sama, matematik, sains, kejuruteraan, dan teknologi bersama-sama mencipta
pengetahuan, komunikasi, dan kemakmuran yang tidak termimpi oleh ahli-ahli
falsafah kuno.
Langganan:
Postingan (Atom)
